Dua pesilat berlatih pencak silat di sasana

PSHT Singkatan dari Apa? Ini Sejarah dan Ajarannya

PSHT adalah singkatan (tidak resmi) dari Persaudaraan Setia Hati Terate, salah satu perguruan pencak silat tertua dan terbesar di Indonesia yang didirikan pada 1922 di Madiun, Jawa Timur.

Nama PSHT singkatan dari apa sering dicari, terutama oleh mereka yang baru mengenal dunia pencak silat atau penasaran dengan salah satu organisasi bela diri terbesar di Tanah Air. Menariknya, singkatan resmi organisasi ini sebenarnya bukan PSHT, melainkan SH Terate.

PSHT Singkatan dari Apa?

PSHT adalah singkatan tidak resmi dari Persaudaraan Setia Hati Terate, sementara singkatan resminya sendiri adalah SH Terate. Organisasi ini didirikan oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo pada 2 September 1922 di Desa Pilangbango, Kota Madiun, Jawa Timur, sebagai pengembangan dari aliran Setia Hati yang sebelumnya dirintis oleh Ki Ngabei Soeromihardjo (Eyang Suro). Nama “Terate” sendiri diambil dari bunga teratai, yang secara filosofis melambangkan ketahanan dan kemampuan tumbuh indah meski berakar di lingkungan yang sulit.

Sejarah Singkat PSHT

Perjalanan PSHT dimulai sebagai perguruan silat kecil, sebelum akhirnya berkembang menjadi organisasi yang lebih terstruktur pada Kongres 1948 di Madiun. PSHT juga tercatat sebagai salah satu dari 10 perguruan silat historis yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada 18 Mei 1948 di Surakarta, sehingga mendapat kedudukan khusus sebagai anggota otomatis di pusat organisasi induk pencak silat nasional tersebut.

Ajaran dan Filosofi PSHT

Selain mengajarkan teknik bela diri, PSHT dikenal menekankan empat unsur utama dalam pembelajarannya:

  1. Persaudaraan — mengutamakan hubungan erat antaranggota (disebut “warga”)
  2. Olahraga — melatih kebugaran dan ketahanan fisik
  3. Bela diri — teknik pencak silat sebagai keterampilan utama
  4. Kerohanian/Ke-SH-an — ajaran budi luhur dan kesetiaan pada hati nurani sendiri

Falsafah PSHT yang terkenal berbunyi: “Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dibunuh, namun manusia tidak dapat dikalahkan selama ia setia pada hatinya sendiri.”

Perkembangan dan Skala Organisasi

Menurut situs resmi PSHT, organisasi ini kini telah berkembang pesat dengan jutaan anggota di seluruh Indonesia, bahkan memiliki cabang komisariat di sejumlah negara seperti Malaysia, Belanda, Rusia, Jepang, hingga Prancis. Keanggotaannya bersifat terbuka untuk semua warga negara tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan.

Catatan Sosial Seputar PSHT

Sebagai organisasi dengan basis anggota yang sangat besar, PSHT di beberapa daerah pernah dikaitkan dengan insiden bentrokan antaranggota perguruan silat, termasuk dengan kelompok pencak silat lain. Pihak organisasi maupun aparat keamanan secara berkala mengingatkan pentingnya menjaga ajaran persaudaraan dan budi luhur agar sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan sejak awal berdirinya perguruan ini.

FAQ Seputar PSHT

PSHT singkatan dari apa?

PSHT adalah singkatan tidak resmi dari Persaudaraan Setia Hati Terate, sedangkan singkatan resminya adalah SH Terate.

Kapan PSHT didirikan?

PSHT didirikan pada 2 September 1922 di Desa Pilangbango, Kota Madiun, Jawa Timur, oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo.

Apa filosofi utama PSHT?

Filosofi utamanya menekankan persaudaraan, olahraga, bela diri, dan kerohanian, dengan semboyan kesetiaan pada hati nurani sendiri.

Apakah PSHT hanya ada di Indonesia?

Tidak. PSHT sudah memiliki cabang komisariat di beberapa negara lain seperti Malaysia, Belanda, Jepang, dan Prancis.

Kesimpulan

PSHT adalah singkatan tidak resmi dari Persaudaraan Setia Hati Terate, salah satu perguruan pencak silat tertua dan terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 1922 di Madiun. Selain mengajarkan teknik bela diri, PSHT menekankan nilai persaudaraan, olahraga, dan budi luhur sebagai bagian dari ajarannya, dengan jangkauan keanggotaan yang kini sudah meluas hingga ke sejumlah negara.

Scroll to Top