apar singkatan dari alat pemadam api ringan — tabung pemadam terpasang di dinding kantor

APAR Singkatan dari Apa? Ini Jenis dan Cara Pakainya

APAR adalah singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan, perangkat portabel berbentuk tabung yang dirancang untuk memadamkan atau mengendalikan kebakaran skala kecil pada tahap awal, sebelum api sempat membesar dan sulit dikendalikan.

Kamu pasti sering melihat tabung merah ini terpasang di dinding sekolah, kantor, mal, atau apartemen. Tapi tahukah kamu bahwa tidak semua APAR sama? Setiap jenis kebakaran membutuhkan media pemadam yang berbeda, dan salah pilih justru bisa memperparah keadaan. Sebagai bagian penting dari sistem K3 di setiap tempat kerja, memahami APAR bisa jadi penyelamat saat keadaan darurat.

APAR Singkatan dari Apa?

APAR adalah singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan, atau dalam bahasa Inggris disebut fire extinguisher. Alat ini bisa dibawa dan dioperasikan oleh satu orang, dengan berat berkisar antara 0,5 kg hingga 16 kg. Berdasarkan Permenakertrans No. 04 Tahun 1980, setiap tempat kerja, bangunan umum, dan hunian wajib dilengkapi APAR yang sesuai dengan jenis risiko kebakaran di lokasi tersebut.

Kelas Kebakaran yang Perlu Diketahui

Sebelum memilih APAR, penting memahami dulu kelas kebakaran, karena tiap kelas membutuhkan media pemadam yang berbeda:

KelasPenyebab Kebakaran
ABahan padat non-logam (kertas, kayu, kain, karet)
BBahan cair mudah terbakar (bensin, solar, oli, alkohol)
CInstalasi listrik bertegangan
DBahan logam mudah terbakar (magnesium, aluminium, sodium)
KMinyak masak atau lemak dapur

Jenis-Jenis APAR Berdasarkan Media Pemadam

Setiap jenis APAR punya media pemadam berbeda yang disesuaikan dengan kelas kebakaran:

APAR Air (Water) — cocok untuk kebakaran kelas A, harganya relatif murah, tapi tidak boleh dipakai untuk kebakaran akibat korsleting listrik.

APAR Busa (Foam) — efektif untuk kelas A dan B, bekerja dengan menutupi permukaan benda terbakar sehingga oksigen tidak bisa masuk.

APAR Serbuk Kimia (Dry Chemical Powder) — jenis paling serbaguna karena bisa memadamkan kelas A, B, dan C, tapi tidak disarankan di area industri karena bisa mengotori peralatan produksi.

APAR Karbon Dioksida (CO2) — cocok untuk kelas B dan C, unggul karena tidak meninggalkan residu, sehingga aman untuk peralatan elektronik dan listrik.

APAR Liquid Gas — termasuk kategori clean agent, efektif untuk kelas A, B, dan C, sering dipakai di ruang server atau ruang komputer yang sensitif.

Cara Menggunakan APAR dengan Teknik PASS

Untuk memudahkan mengingat langkah penggunaan APAR, dikenal teknik PASS (dalam bahasa Indonesia disebut TATA):

  1. Pull (Tarik) — tarik pin pengaman untuk mengaktifkan alat
  2. Aim (Arahkan) — arahkan nozzle ke pangkal api, bukan ke bagian atas kobaran
  3. Squeeze (Tekan) — tekan tuas untuk mengeluarkan media pemadam
  4. Sweep (Sapukan) — gerakkan nozzle menyapu dari sisi kiri ke kanan hingga api padam

Standar Penempatan APAR

Agar APAR selalu siap digunakan dalam kondisi darurat, penempatannya perlu mengikuti standar berikut:

  • Dipasang pada ketinggian 1,2–1,5 meter dari lantai, mudah terlihat dan dijangkau
  • Tidak terhalang oleh benda lain seperti lemari, meja, atau kursi
  • Jarak antar-APAR tidak lebih dari 15 meter
  • Disimpan di suhu antara -44°C hingga 49°C, terhindar dari sinar matahari langsung dan kelembapan
  • Dilengkapi label berisi jenis APAR, kapasitas, dan tanggal kedaluwarsa

FAQ

APAR singkatan dari apa?

APAR singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan — alat portabel berbentuk tabung yang digunakan untuk memadamkan kebakaran skala kecil pada tahap awal.

Apa beda APAR untuk kebakaran listrik dan kebakaran biasa?

Kebakaran akibat instalasi listrik (kelas C) membutuhkan APAR jenis CO2 atau serbuk kimia yang tidak menghantarkan listrik, sedangkan APAR air tidak boleh dipakai karena berisiko menyebabkan sengatan listrik.

Apa itu teknik PASS dalam penggunaan APAR?

PASS adalah singkatan dari Pull (tarik pin), Aim (arahkan ke pangkal api), Squeeze (tekan tuas), dan Sweep (sapukan nozzle) — langkah dasar menggunakan APAR dengan benar.

Berapa berat tabung APAR pada umumnya?

Berat tabung APAR umumnya berkisar antara 0,5 kg hingga 16 kg, tergantung kapasitas dan jenis medianya.

Apakah setiap tempat kerja wajib memiliki APAR?

Ya, berdasarkan Permenakertrans No. 04 Tahun 1980, setiap tempat kerja wajib memiliki APAR yang sesuai dengan jenis risiko kebakaran di lokasi tersebut.

Scroll to Top