Jampidsus adalah singkatan dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, unsur pembantu pimpinan di Kejaksaan Agung yang bertugas menangani perkara tindak pidana khusus — terutama korupsi — dan bertanggung jawab langsung kepada Jaksa Agung.
Nama Jampidsus sering muncul di berita setiap kali ada kasus korupsi besar terbongkar, mulai dari skandal keuangan BUMN hingga kasus tata kelola program pemerintah seperti BGN. Tapi tidak semua orang tahu persis apa itu Jampidsus dan bagaimana lembaga ini bekerja di balik pemberitaan tersebut.
Jampidsus Adalah Apa?
Jampidsus adalah singkatan dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, yaitu salah satu unsur pembantu pimpinan dalam struktur Kejaksaan Republik Indonesia yang secara khusus menangani perkara pidana khusus. Berbeda dari tindak pidana umum seperti pencurian atau penganiayaan, “pidana khusus” mencakup kejahatan yang diatur dalam undang-undang tersendiri di luar KUHP — dengan korupsi sebagai fokus utamanya.
Jampidsus dipimpin oleh seorang pejabat setingkat Jaksa Agung Muda, yang dalam pemberitaan sering disebut dengan istilah yang sama, “Jampidsus”. Sejak Januari 2022, jabatan ini dipegang oleh Febrie Adriansyah, yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Tugas dan Fungsi Jampidsus
Sebagai unsur pembantu pimpinan Kejaksaan, Jampidsus memiliki beberapa tugas inti:
Penyidikan tindak pidana khusus — melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan pelanggaran hukum khusus lainnya.
Penuntutan — menyusun dan mengajukan dakwaan di pengadilan terhadap tersangka kasus pidana khusus yang telah melalui proses penyidikan.
Pemulihan aset negara — melacak dan menyita aset hasil tindak pidana korupsi untuk dikembalikan sebagai kerugian negara, termasuk aset yang disembunyikan di luar negeri.
Koordinasi lintas lembaga — bekerja sama dengan lembaga penegak hukum lain seperti KPK dan kepolisian dalam penanganan kasus-kasus besar yang bersifat lintas sektor.
Struktur di Bawah Jampidsus
Dalam menjalankan tugasnya, Jampidsus dibantu oleh beberapa direktorat, di antaranya:
- Sekretariat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus — mendukung administrasi dan operasional internal
- Direktorat Penyidikan (Dirdik) — memimpin proses penyidikan kasus-kasus pidana khusus
- Direktorat Penuntutan — menyusun dan menyampaikan dakwaan di persidangan
Kantor Jampidsus di Kejaksaan Agung juga dikenal dengan sebutan populer “Gedung Bundar” — istilah yang sering muncul di pemberitaan media saat menyebut lokasi penanganan kasus-kasus korupsi besar.
Kasus-Kasus Besar yang Pernah Ditangani Jampidsus
Beberapa kasus korupsi berskala nasional yang ditangani Jampidsus dalam beberapa tahun terakhir antara lain:
- Kasus korupsi pengelolaan investasi Jiwasraya
- Kasus korupsi Asabri dengan kerugian negara mencapai puluhan triliun rupiah
- Kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah
- Kasus mafia ekspor Crude Palm Oil (CPO) saat kelangkaan minyak goreng
- Kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN)
Setiap kasus yang ditangani Jampidsus biasanya melalui proses panjang, mulai dari penyelidikan, penetapan tersangka lewat BAP, hingga akhirnya dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor).
Jampidsus vs KPK, Apa Bedanya?
Masyarakat sering menyamakan Jampidsus dengan KPK karena sama-sama menangani korupsi. Padahal keduanya adalah lembaga yang berbeda:
| Aspek | Jampidsus | KPK |
|---|---|---|
| Induk lembaga | Bagian dari Kejaksaan Agung | Lembaga independen tersendiri |
| Dasar hukum | Struktural di bawah Jaksa Agung | UU KPK tersendiri |
| Cakupan | Seluruh tindak pidana khusus, termasuk korupsi | Fokus utama korupsi |
| Kewenangan | Penyidikan dan penuntutan | Penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan |
Meski berbeda lembaga, Jampidsus dan KPK kerap berkoordinasi dalam penanganan kasus-kasus korupsi besar yang membutuhkan sinergi lintas institusi.
FAQ
Jampidsus adalah singkatan dari apa?
Jampidsus adalah singkatan dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus — unsur pembantu pimpinan Kejaksaan Agung yang menangani perkara tindak pidana khusus, terutama korupsi.
Siapa yang menjabat Jampidsus saat ini?
Jabatan Jampidsus sejak Januari 2022 dipegang oleh Febrie Adriansyah, yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Apa beda Jampidsus dan KPK?
Jampidsus adalah bagian struktural dari Kejaksaan Agung, sedangkan KPK adalah lembaga independen tersendiri. Keduanya sama-sama menangani korupsi tapi berbeda dasar hukum dan kelembagaan.
Kasus apa saja yang pernah ditangani Jampidsus?
Beberapa kasus besar yang ditangani Jampidsus antara lain Jiwasraya, Asabri, korupsi tata niaga timah, mafia ekspor CPO, dan dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Apa itu “Gedung Bundar” yang sering disebut di berita?
Gedung Bundar adalah sebutan populer untuk kantor Jampidsus di lingkungan Kejaksaan Agung, sering disebut dalam pemberitaan kasus-kasus korupsi besar.


