Singkatan almarhum adalah Alm. dan singkatan almarhumah adalah Almh. — keduanya merupakan gelar penghormatan untuk orang yang sudah meninggal dunia dalam budaya dan bahasa Indonesia.
Ketika seseorang meninggal dunia, masyarakat Indonesia punya cara yang sangat spesifik untuk menyebutnya dengan hormat — menggunakan almarhum atau almarhumah. Singkatan almarhum dan almarhumah sering muncul di surat kabar, undangan tahlilan, batu nisan, dokumen resmi, hingga percakapan sehari-hari. Karena dipakai di momen yang penuh perasaan, kesalahan penulisan sekecil apapun bisa terasa tidak sopan bagi keluarga yang berduka.
Singkatan Almarhum dan Almarhumah yang Benar Menurut Kaidah Bahasa
Ini aturan dasarnya yang wajib diketahui:
| Kata | Singkatan | Digunakan untuk |
|---|---|---|
| Almarhum | Alm. | Laki-laki yang sudah meninggal |
| Almarhumah | Almh. | Perempuan yang sudah meninggal |
Titik di belakang singkatan bukan opsional — itu bagian dari kaidah penulisan singkatan yang benar dalam bahasa Indonesia. Banyak yang lupa atau sengaja menghilangkannya, terutama di media digital, tapi dalam dokumen formal titik tersebut wajib ada.
Kata almarhum berasal dari bahasa Arab al-marhūm (المرحوم) yang berarti “orang yang mendapat rahmat” — bukan sekadar kata ganti untuk “orang yang sudah mati”. Ada dimensi doa di dalamnya. Karena itu penggunaannya dianggap sebagai bentuk penghormatan, bukan sekadar label.
Pak Hendra, seorang pegawai administrasi di sebuah rumah sakit, sempat membuat kesalahan di dokumen resmi: ia menulis “Alm. Siti Rahayu” untuk seorang pasien perempuan yang baru meninggal. Keluarga pasien langsung mengoreksinya dengan sopan — yang benar adalah “Almh. Siti Rahayu”. Sejak itu Pak Hendra selalu mengecek nama dan jenis kelamin sebelum mengetik.
Perbedaan Almarhum, Almarhumah, dan Mendiang — Jangan Tertukar
Selain almarhum dan almarhumah, ada kata lain yang juga sering dipakai untuk menyebut orang yang sudah meninggal: mendiang. Ini perbedaannya:
Almarhum / Almarhumah — berasal dari bahasa Arab, berkonotasi doa dan penghormatan religius. Lebih umum dipakai di komunitas Muslim, tapi kini sudah menjadi ekspresi lintas agama dalam bahasa Indonesia formal.
Mendiang — berasal dari bahasa Melayu, bersifat netral secara agama. Cocok digunakan di konteks yang lebih luas atau lintas kepercayaan, misalnya dalam berita atau dokumen non-formal.
Keduanya dapat digunakan bergantian dalam konteks sehari-hari, tapi dalam dokumen resmi keagamaan atau keluarga Muslim, almarhum/almarhumah lebih lazim dan lebih tepat secara norma.
Cara Penulisan yang Sering Salah dan Cara Memperbaikinya
Salah: Alm tanpa titik — “Alm Budi Santoso” seharusnya “Alm. Budi Santoso”. Titik adalah bagian dari singkatan, bukan pelengkap opsional.
Salah: Almarhum untuk perempuan — “Almarhum Ibu Sri” seharusnya “Almarhumah Ibu Sri” atau disingkat “Almh. Ibu Sri”. Ini kesalahan yang paling sering terjadi.
Salah: Almarhum setelah nama — “Budi Santoso Almarhum” bukan pola yang lazim dalam bahasa Indonesia. Gelar penghormatan ini ditulis sebelum nama: “Alm. Budi Santoso”.
Salah: Almh tanpa titik — Sama seperti Alm., singkatan Almh. juga wajib diakhiri titik.
Tips Menulis Almarhum/Almarhumah di Berbagai Konteks
Di surat atau dokumen resmi — Gunakan bentuk lengkap “Almarhum” atau “Almarhumah” pada penyebutan pertama. Selanjutnya boleh disingkat Alm. atau Almh. untuk efisiensi.
Di media sosial atau pesan singkat — Singkatan Alm. dan Almh. sudah cukup dan lebih praktis. Pastikan tetap ada titiknya agar terlihat rapi dan menghormati.
Di batu nisan atau plakat — Umumnya ditulis lengkap tanpa singkatan untuk menghindari ambiguitas dan menjaga martabat penulisan.
Di berita atau tulisan jurnalistik — Sering menggunakan “mendiang” atau “almarhum” (tanpa singkatan) karena lebih mudah dibaca dalam kalimat panjang.
Memahami singkatan almarhum dan almarhumah bukan sekadar soal tata bahasa — ini soal bagaimana kita menunjukkan rasa hormat kepada orang yang sudah pergi dan kepada keluarga yang ditinggalkan. Satu huruf yang salah mungkin tampak kecil, tapi di momen duka, hal kecil bisa terasa sangat besar.
FAQ
Apa singkatan dari almarhum?
Singkatan almarhum adalah Alm. — ditulis dengan huruf kapital A, diikuti titik. Digunakan khusus untuk laki-laki yang sudah meninggal dunia.
Apa singkatan dari almarhumah?
Singkatan almarhumah adalah Almh. — ditulis dengan huruf kapital A, diikuti titik. Digunakan untuk perempuan yang sudah meninggal dunia.
Apakah almarhum bisa dipakai untuk perempuan?
Tidak. Almarhum hanya untuk laki-laki. Untuk perempuan, kata yang benar adalah almarhumah dengan singkatan Almh. Ini bukan soal pilihan gaya, tapi soal kaidah bahasa Indonesia yang sudah baku.
Apa bedanya almarhum dan mendiang?
Almarhum/almarhumah berasal dari bahasa Arab dan berkonotasi doa (“orang yang mendapat rahmat”), lebih lazim di komunitas Muslim. Mendiang berasal dari bahasa Melayu dan bersifat netral secara agama — cocok untuk konteks lintas kepercayaan.
Apakah titik di Alm. dan Almh. wajib ditulis?
Ya, titik wajib ada. Alm dan Almh tanpa titik adalah penulisan yang tidak sesuai kaidah singkatan bahasa Indonesia yang benar.


